PEMANFAATAN KECERDASAN BUATAN (ARTIFICIAL INTELLIGENCE) DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA
DOI:
https://doi.org/10.62335/sinergi.v3i6.2637Keywords:
Artificial Intelligence, Indonesian language learning, digital literacyAbstract
Perkembangan teknologi digital yang semakin pesat telah mendorong pemanfaatan Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence atau AI) dalam berbagai bidang kehidupan, termasuk pendidikan. Dalam konteks pembelajaran Bahasa Indonesia, AI menawarkan berbagai kemudahan yang dapat mendukung proses belajar mengajar, seperti membantu pencarian informasi, penyusunan materi pembelajaran, pemahaman teks, pengembangan keterampilan menulis, serta penyediaan media pembelajaran yang lebih interaktif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk pemanfaatan Artificial Intelligence dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research). Data diperoleh melalui pengumpulan berbagai sumber literatur yang relevan, seperti buku, artikel jurnal ilmiah, hasil penelitian, dan dokumen terkait pemanfaatan AI dalam bidang pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AI dapat dimanfaatkan sebagai sumber informasi pembelajaran, alat bantu penyusunan materi, pendukung kegiatan membaca dan memahami teks, sarana pengembangan keterampilan menulis, serta media pembelajaran interaktif. Berbagai aplikasi AI seperti ChatGPT, Google Gemini, Microsoft Copilot, Grammarly, dan Google Translate memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan efektivitas, efisiensi, dan aksesibilitas pembelajaran Bahasa Indonesia. Namun, pemanfaatan AI juga menghadapi sejumlah tantangan, seperti rendahnya literasi digital, ketergantungan terhadap teknologi, risiko penyalahgunaan AI dalam pengerjaan tugas, serta keterbatasan infrastruktur teknologi. Oleh karena itu, diperlukan pemanfaatan AI secara bijak, kritis, dan bertanggung jawab agar teknologi tersebut dapat berfungsi sebagai alat bantu yang mendukung peningkatan kualitas pembelajaran Bahasa Indonesia tanpa mengurangi peran guru maupun kemandirian peserta didik.









