SOSIALISASI GOLONGAN OBAT NAPZA PADA ANAK USIA REMAJA DALAM RANGKA PENCEGAHAN KURIR PEREDARAN NARKOBA DI LINGKUNGANSEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI 20 KENDARI
DOI:
https://doi.org/10.62335/besiru.v3i7.2652Keywords:
Adolescents, Drug Couriers, School Environment, NarcoticsAbstract
Penyalahgunaan narkotika, zat psikotropika, dan zat adiktif (NAPZA) merupakan masalah serius yang mengancam kesehatan, pendidikan, dan masa depan generasi muda. Secara global, jumlah pengguna narkoba dilaporkan melebihi 296 juta, sementara di Sulawesi Tenggara, tercatat 374 kasus kriminal terkait narkoba yang melibatkan 459 tersangka pada tahun 2025. Kota Kendari merupakan daerah yang membutuhkan perhatian, karena prevalensi penyalahgunaan narkoba diperkirakan mencapai 1% dari populasi. Ancaman ini juga menargetkan lingkungan pendidikan, termasuk keterlibatan siswa dalam penyalahgunaan zat psikoaktif baru dan metode distribusinya melalui sistem “tempel”. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mendidik siswa SMP 20 Kendari tentang bahaya NAPZA dari perspektif hukum berdasarkan Undang-Undang No. 35 Tahun 2009 dan dampak kesehatannya. Metode yang digunakan adalah pendekatan pendidikan partisipatif melalui konseling interaktif, diskusi, analisis kasus, dan simulasi penolakan tekanan teman sebaya. Selama kegiatan tersebut, siswa menunjukkan keterlibatan aktif melalui pertanyaan, tanggapan, dan partisipasi dalam simulasi. Materi yang disajikan mencakup jenis-jenis NAPZA, dampak kesehatan, konsekuensi hukum, dan taktik manipulasi para pengedar. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendidikan partisipatif dapat digunakan sebagai strategi promotif dan preventif untuk memperkuat kewaspadaan siswa terhadap penyalahgunaan NAPZA.








