EDUKASI TUBERKULOSIS BERBASIS KOMUNITAS UNTUK PENGUATAN PEMAHAMAN DETEKSI DINI, PENCEGAHAN, DAN KEPATUHAN PENGOBATAN DI KELURAHAN ABELI
DOI:
https://doi.org/10.62335/besiru.v3i8.2952Keywords:
Deteksi dini, edukasi kesehatan, kepatuhan pengobatan, kesehatan masyarakat, tuberkulosisAbstract
Tuberkulosis (TBC) masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat yang memerlukan keterlibatan masyarakat dalam mendukung deteksi dini, pencegahan penularan, dan kepatuhan terhadap pengobatan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai TBC, khususnya terkait gejala, cara penularan, upaya pencegahan, terapi pencegahan, dan kepatuhan pengobatan. Kegiatan dilaksanakan melalui edukasi kesehatan berupa pemaparan materi, diskusi interaktif, dan tanya jawab. Perubahan pemahaman peserta dievaluasi menggunakan kuesioner pretest dan posttest serta dianalisis secara deskriptif berdasarkan masing-masing 54 respons. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan respons afirmatif pada pengenalan batuk ≥2 minggu sebagai gejala TBC dari 66,7% menjadi 94,4%, pemahaman mengenai kontak serumah atau kontak erat sebagai sasaran pemeriksaan atau terapi pencegahan dari 77,8% menjadi 98,1%, penularan melalui udara dari 79,6% menjadi 96,3%, serta pemahaman mengenai Terapi Pencegahan Tuberkulosis dari 79,6% menjadi 96,3%. Pemahaman mengenai kepatuhan minum obat dan konsekuensi penghentian pengobatan juga tetap tinggi setelah edukasi, masing-masing mencapai 96,3%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa edukasi kesehatan berbasis masyarakat dapat memperkuat pemahaman mengenai aspek penting pencegahan dan penanganan TBC, terutama pengenalan gejala dini, pencegahan penularan, terapi pencegahan, dan kepatuhan terhadap pengobatan.











