PENINGKATAN KESADARAN MASYARAKAT TENTANG JAMU KEBUGARAN YANG AMAN DAN TERSTANDARISASI SEBAGAI LANGKAH PENCEGAHAN PENYALAHGUNAAN OBAT TRADISIONAL DI KELURAHAN KAMBU
DOI:
https://doi.org/10.62335/besiru.v3i6.2618Keywords:
Jamu, Literasi Kesehatan, Pengobatan Tradisional, Kelurahan KambuAbstract
Obat tradisional (Jamu) tetap populer di Indonesia karena dianggap aman dan terjangkau. Namun, informasi yang keliru sering kali menyebabkan penggunaan yang tidak tepat serta kurangnya pemahaman mengenai manfaat kesehatan jangka panjang dan standar ilmiah yang berlaku. Di Kelurahan Kambu, pengetahuan masyarakat tentang pemanfaatan jamu yang aman dan terstandarisasi masih sangat terbatas. Program ini bertujuan untuk meningkatkan literasi kesehatan masyarakat dalam upaya pencegahan penyalahgunaan jamu, sekaligus mendorong perilaku konsumsi herbal yang aman dan rasional sesuai dengan standar regulasi yang berlaku. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Kelurahan Kambu, Kendari, dengan menggunakan pendekatan kunjungan dari rumah ke rumah. Intervensi yang diberikan meliputi ceramah interaktif, diskusi, serta pembagian leaflet informatif kepada 14 responden. Materi edukasi mencakup identifikasi jamu, teknik produksi yang terstandarisasi (CPOTB), serta protokol "CEK KLIK" (Cek Kemasan, Label, Izin edar, dan Kedaluwarsa). Program ini berhasil meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam mengolah bahan herbal seperti kunyit, jahe, madu, dan meniran menjadi minuman kebugaran yang aman. Para peserta memperoleh wawasan mengenai takaran, standar keamanan, serta cara memverifikasi registrasi produk melalui kanal resmi BPOM. Integrasi kearifan lokal dengan pendekatan ilmiah terbukti efektif dalam memperkuat kesadaran masyarakat terhadap penggunaan obat tradisional yang aman dan rasional.








